KBUMN

Sinergi Membangun Negeri

Kamis, 24 April 2014

|Visi Kementerian BUMN “Menjadi Pembina BUMN yang Profesional untuk meningkatkan nilai BUMN” |                                          SMS Kritik & Saran tentang BUMN dan Kementerian BUMN ke 08111-188-188|                                                                                                                Hati Hati dengan penipuan yang mengatasnamakan Pejabat Kementerian BUMN dalam proses pengadaan barang dan jasa. Kementerian BUMN tidak pernah meminta pungutan biaya apapun melalui surat,telepon maupun sms, dalam proses maupun pemenang pengadaan Barang dan Jasa

Karen Agustiawan Dipertahankan

6 Maret 2013

Tanggal: 06 Maret 2013
Media: Seputar Indonesia
Jurnalis: Heru Febrianto

(Seputar Indonesia) Karen Agustiawan Dipertahankan

Jabatan Dirut Pertamina Diperpanjang Sementara

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menegaskan, Karen Agustiawan tetap dipertahankan sebagai direktur utama (dirut) PT Pertamina (persero).

Namun, Karen hanya berstatus dirut sementara sebelum pejabat definitif terpilih. Masa jabatan Karen resmi berakhir kemarin. Menurut Dahlan, jabatan Karen diperpanjang sementara sampai ada pengganti yang permanen. “Kalau untuk permanen, harus ada persetujuan presiden (sehingga) harus diperpanjang dulu,” tandas Dahlan, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, kemarin.

Dahlan mengatakan, dirinya belum tahu apakah nanti Karen bakal menduduki kursi dirut Pertamina lagi. Prestasi Karen di Pertamina bagus, mampu memproduksi minyak mentah800.000barel/hari dari sebelumnya 500.000 barel/ hari. “Belum ada nama lain selain Karen. Dia cukup bagus meski tidak sangat istimewa tetapi bagus,” ujarnya

Senada dengan Dahlan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik juga mengatakan bahwa Karen hanya menjabat dirut sementara. Menurut Jero, penentuan dirut Pertamina tetap harus menunggukeputusanpresiden. “Jadi, dalam RUPS (rapat umum pemegang saham) sudah rapat diusulkan nanti. Baru terakhir presiden yang putuskan,” tandasnya.

Dahlan menambahkan, keputusan mempertahankan Karen juga karena kinerja keuangan Pertamina yang semakin kinclong dengan laba bersih Rp25,89 triliun pada 2012. ’’Pencapaian laba Pertamina tahun buku 2012 itu merupakan yang tertinggi dalam sejarah perusahaan. Pertamina belum bisa mengalahkan Petronas, Malaysia, tapibagus adapeningkatankinerja,” ujar Dahlan.

Alasan lainnya diutarakan mantan direktur utama PT PLN ini, bahwa Pertamina memiliki rencana bisnis yang harus dicapai dalam jangka pendek dan menengah, sehingga dibutuhkan figur yang bisa menangani programprogram tersebut. ’’Indonesia mempunyai target lifting minyak sebesar 800.000barelperhari,sehingga perlu ditangani oleh manajemen yang mampu menjaga stabilitas agar target tersebut tercapai,” ujarnya.

Karen mulai menjabat direktur utama Pertamina pada Februari 2009. Kelahiran Bandung, 19 Oktober 1958 itu merupakan wanita pertama yang memimpin Pertamina, yang diangkat sebagai dirut untuk menggantikanAriHSoemamo. Karen yang merupakan lulusan Sarjana Teknik Fisika ITB memulai kariernya di Mobil Oil Indonesia sebagai system analyst danprogrammerpada 1984.

Dia juga pernah bekerja sebagai seismic processor dan quality controller di Mobil Oil Indonesia (19871988), lalu pindah tugas ke Mobil Oil Dallas di Amerika Serikat (19891992). Karen kembali ke Mobil Oil Indonesia sebagai project leader. di Exploration Computing Department (19921996), Mutual Agreement Separation Package Mobil Oil Indonesia (19961998). Selanjutnya, bergabung dengan CGG Petrosystems di Indonesia sebagai product manager aplikasi G8tG dan data manajemen (1998). Bergabung dengan Landmark Concurrent Solusi Indonesia sebagai domain specialist (19981999).

Di tempat yang sama sebagai business development manager (20002002), bergabung dengan Halliburton Indonesia sebagai commercial manager for consulting and project management (20Q22QQ6), staf ahli direktur utama bidang hulu PT Pertamina (persero) (20062008), dan menjabat sebagai direktur huluPertamina, sebelum menjadi orang nomor satu di PT Pertamina.

Seperti diketahui, sepanjang2012 lalu Pertamina berhasil membukúkan laba bersih konsolidasi setelah pajak dan dividen sebesar Rp25,89 triliun, atau tumbuh 26,47% dibanding 2011 yang mencapai Rp20,47 triliun. Direktur Utama Pertamina Karen Agustia

wan mengatakan, pendapatan laba tersebut didukungproduksi migas perseroan sebesar 461,640 boepd atau naik tipis dibandingkan pencapaian pada 2011 sebesar457,640boepd.

Peningkatan produksi tersebut juga diikuti penambahan cadangan migas yang mencapai 453,37jutabarel, setara minyak selama 2012. ’’Sedangkan, EBITDA kami juga meningkat 8,32% dari Rp52,45triliunpada 2011 menjadi Rp56,82 triliun pada tahun lalu,” kata Karen usai RUPS tahunan di Jakarta, belum lama ini.

Sebelumnya, dukungan atas kepemimpinan Karen juga diungkapkan oleh Komisaris utama Pertamina Sugiharto. Dia mengatakan, bila pada periode berikutnya perseroan kembali dipimpin oleh Karen, Pertamina akannaikkelas secara tatakelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG). “Indeks GCG perseroan sudah mencapai 94,43% atau AA, sedangkan kalau mau AAA itu indeksnya 95%. Jadi kalau panti Ibu (Karen) terpilih lagi, Pertamina bisa AAA,” ujarnya.

•herufebrianto/ maesaroh/ant

Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Publikasi

+ Index