KBUMN

Sinergi Membangun Negeri

Jumat, 18 April 2014

|Visi Kementerian BUMN “Menjadi Pembina BUMN yang Profesional untuk meningkatkan nilai BUMN” |                                          SMS Kritik & Saran tentang BUMN dan Kementerian BUMN ke 08111-188-188|                                                                                                                Hati Hati dengan penipuan yang mengatasnamakan Pejabat Kementerian BUMN dalam proses pengadaan barang dan jasa. Kementerian BUMN tidak pernah meminta pungutan biaya apapun melalui surat,telepon maupun sms, dalam proses maupun pemenang pengadaan Barang dan Jasa

Menteri Dahlan Sibuk Review Kinerja 10 Anak Usaha BUMN

31 Oktober 2012

Tanggal: 31 Oktober 2012
Media: Rakyat Merdeka
Jurnalis: DNU

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan keinginannya me rombak BUMN setelah dua tahun dirinya menjabat sebagai menteri. Sebagai langkah awal, pihaknya berencana melakukan review secara bertahap terhadap semua anak dan cucu perusahaan pelat merah.

“Rapat ini merupakan yang pertama setelah saya dua tahun menjabat sebagai menteri. Saya ingin masing-masing BUMN fokus pada bidang usahanya,” kata Dahlan usai rapat pimpinan di Kantor Permodalan Nasional Madani (PMN) Jakarta, kemarin.

Karena itu, bekas Dirut PLN ini menegaskan, dari 141 anak perusahaan BUMN, ada 10 sekitar anak perusahaan pelat merah ity yang akan di review secara bergantian.

“Review terhadap anak usaha ini bertujuan agar BUMN bisa menjadi lebih fokus dan lebih efisien. Dengan demikian, jangan sampai anak usaha BUMN ini malah sibuk dengan anak-anak usahanya sehingga tidak fokus,” jelasnya.

Salah satu contoh perusahaan pelat merah yang akan dirombak adalah PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang saat ini memiliki dua anak perusahaan dan dua anak perusahaan patungan.

Menurut Dahlan, perusahaan yang berlokasi di Bandung itu, melakukan divestasi dengan salah satu anak usaha di perusahaan patungan itu. “PT DI saya minta untuk keluar dari situ karena sahamnya hanya 10 persen agar dijual ke partner yang menghendaki,” jelasnya.

Dengan demikian, lanjut Dahlan, PT DI bisa memiliki dua anak perusahaan dan satu anak usaha patungan. Begitu juga dengan PT Pindad yang saat ini difokuskan untuk menjadi perusahaan pembuat mobil perang dan telah mendapat pesanan dari Kementerian Pertahanan.

Selain itu, Dahlan juga meminta PT INTI untuk mengevaluasi apakah perlu perseroan mengelola anak perusahaan PT Pindad. “Ini akan di review terus. Tiap minggu akan dibahas 10 perusahaan dari total 141 perusahaan,” jelasnya.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Gajah Mada Hendri Saparini mengatakan, kesehatan BUMN selama ini hanya dibalut lewat angka-angka, tapi belum memberi manfaat bagi kesejahteraan rakyat. Padahal, BUMN berfungsi sebagai agen pembangunan yang wajib mensejahterakan rakyat.

Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Publikasi

+ Index